Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Februari 2014
ANEH Seorang Guru Perkosa Sesuatu Yang Tidak Lazim
22 Nov 2012
Beredar khabar yang mengejutkan. Oknum guru honorer daerah di salah satu Sekolah menengah di Benteng yang hanya dikenali sebagai SH, jadi perbincangan hangat dari mulut ke mulut di Kecamatan Merigi Sakti, (Benteng). Disebutkan SH melakukan perbuatan tak senonoh terhadap seekor kambing betina.
Kambing Betina peliharaan Edi, warga Desa Susup Kecamatan Meringgi Sakti, dikhabarkan diperkosa oleh SH. Kejadian tersebut berlangsung Rabu (14/11) petang, ketika kambing sedang ditambat di kebun. Perbuatan miring SH diperhati langsung oleh Edi. Malahan Edi mendapat Rp 300 ribu dari SH sebagai wang tutup mulut.
"Saya pergoki dan mengatakan langsung kenapa (gituin, Red) kambing. Dia sedikit ketakutan dan malu, akhirnya membayar wang tutup mulut," ujar Edi ketika ditemui langsung Rakyat Bengkulu.
Diceritakan Edi selaku pemelihara kambing milik Uliyawati warga Desa Susup itu, dia memergoki perbuatan songsang SH itu waktu dikejutkan oleh sekelompok kambing berlari ketakutan. Terus mendengar suara kambing betina dan tampak sedang dipegang SH. Dari situlah dia tahu kalau SH sedang .... kambing.
Sebenarnya, kata Edi, dia tidak ada niat dia mempermalukan SH dengan warga, ataupun dengan pihak berwajib. Hanya saja sangat disayangkan perbuatan cukup memalukan itu dilakukan seorang guru yang mestinya memberi teladan kepada banyak orang.
Edi juga menegaskan apa yang dia ceritakan ini bukanlah fitnah, tetapi benar-benar ada dan sempat melihat seluar SH terbuka setelah kambing dilepas. "Saya tidak mau wang itu dan memang diberikan SH kepada saya Rp 300 ribu, dia meminta persoalan itu tidak diberitahu kepada orang lain," ujarnya.
Apa yang diceritakan Edi juga dibenarkan Uliyawati. Kejadian itu sempat dilaporkan Edi kepadanya, dan Edi juga mengatakan hendak melaporkan oknum guru itu ke polis .
"Saya dapat cerita dari Edi selaku pemelihara kambing saya. Dia (Edi) mangaku sudah diberikan wang Rp300 ribu sebagai tutup mulut dari SH. Tetapi aib itu tetap tersiar kemana-mana," ungkap Uliyawati.
wang Damai
Sementara SH dikonfirmasi Rakyat Bengkulu (JPNN grup) Jumaat (16/11) dengan tegas membantah dirinya telah memperkosa seekor kambing. Malahan sebaliknya, dia mengaku diperas Edi, sehingga terpaksa memberikan wang Rp300 ribu.
Versi SH, kejadiannya sebenarnya kambing itu dibawa ke gorong-gorong, hendak disembunyikan kerana habis ditabraknya ketika hendak ke kebun. Itu dilakukannya untuk menghindari ganti rugi. Namun saat membawa kambing ke gorong-gorong kepergok Edi. Tak ingin masalah ini melebar, dia menyerahkan uang Rp300 ribu kepada Edi sebagai wang damai atau ganti rugi atas cedera dialami kambing itu.
"Salah paham saja itu, kambing aku tabrak dan saya berniat menyimpannya. Mana mungkin aku mau ..... dengan kambing. wang yang saya berikan kerana saya diperas, saya benar-benar tidak melakukan pemerkosaan seperti yang diisukan oleh orang," tegas SH.
Edi kembali dihubungi RB, kembali meyakinkan kalau apa yang diceritakannya memang benar adanya. Dia juga mempersilakan melihat kambing betina yang disebut telah diperkosa SH. " Boleh lihat sendiri kambingnya, kalau memang dilanggar tentu ada bekas luka atau cedera. Kambingnya sihat-sihat saja," ungkapnya.
sumber
Beredar khabar yang mengejutkan. Oknum guru honorer daerah di salah satu Sekolah menengah di Benteng yang hanya dikenali sebagai SH, jadi perbincangan hangat dari mulut ke mulut di Kecamatan Merigi Sakti, (Benteng). Disebutkan SH melakukan perbuatan tak senonoh terhadap seekor kambing betina.
Kambing Betina peliharaan Edi, warga Desa Susup Kecamatan Meringgi Sakti, dikhabarkan diperkosa oleh SH. Kejadian tersebut berlangsung Rabu (14/11) petang, ketika kambing sedang ditambat di kebun. Perbuatan miring SH diperhati langsung oleh Edi. Malahan Edi mendapat Rp 300 ribu dari SH sebagai wang tutup mulut.
"Saya pergoki dan mengatakan langsung kenapa (gituin, Red) kambing. Dia sedikit ketakutan dan malu, akhirnya membayar wang tutup mulut," ujar Edi ketika ditemui langsung Rakyat Bengkulu.
Diceritakan Edi selaku pemelihara kambing milik Uliyawati warga Desa Susup itu, dia memergoki perbuatan songsang SH itu waktu dikejutkan oleh sekelompok kambing berlari ketakutan. Terus mendengar suara kambing betina dan tampak sedang dipegang SH. Dari situlah dia tahu kalau SH sedang .... kambing.
Sebenarnya, kata Edi, dia tidak ada niat dia mempermalukan SH dengan warga, ataupun dengan pihak berwajib. Hanya saja sangat disayangkan perbuatan cukup memalukan itu dilakukan seorang guru yang mestinya memberi teladan kepada banyak orang.
Edi juga menegaskan apa yang dia ceritakan ini bukanlah fitnah, tetapi benar-benar ada dan sempat melihat seluar SH terbuka setelah kambing dilepas. "Saya tidak mau wang itu dan memang diberikan SH kepada saya Rp 300 ribu, dia meminta persoalan itu tidak diberitahu kepada orang lain," ujarnya.
Apa yang diceritakan Edi juga dibenarkan Uliyawati. Kejadian itu sempat dilaporkan Edi kepadanya, dan Edi juga mengatakan hendak melaporkan oknum guru itu ke polis .
"Saya dapat cerita dari Edi selaku pemelihara kambing saya. Dia (Edi) mangaku sudah diberikan wang Rp300 ribu sebagai tutup mulut dari SH. Tetapi aib itu tetap tersiar kemana-mana," ungkap Uliyawati.
wang Damai
Sementara SH dikonfirmasi Rakyat Bengkulu (JPNN grup) Jumaat (16/11) dengan tegas membantah dirinya telah memperkosa seekor kambing. Malahan sebaliknya, dia mengaku diperas Edi, sehingga terpaksa memberikan wang Rp300 ribu.
Versi SH, kejadiannya sebenarnya kambing itu dibawa ke gorong-gorong, hendak disembunyikan kerana habis ditabraknya ketika hendak ke kebun. Itu dilakukannya untuk menghindari ganti rugi. Namun saat membawa kambing ke gorong-gorong kepergok Edi. Tak ingin masalah ini melebar, dia menyerahkan uang Rp300 ribu kepada Edi sebagai wang damai atau ganti rugi atas cedera dialami kambing itu.
"Salah paham saja itu, kambing aku tabrak dan saya berniat menyimpannya. Mana mungkin aku mau ..... dengan kambing. wang yang saya berikan kerana saya diperas, saya benar-benar tidak melakukan pemerkosaan seperti yang diisukan oleh orang," tegas SH.
Edi kembali dihubungi RB, kembali meyakinkan kalau apa yang diceritakannya memang benar adanya. Dia juga mempersilakan melihat kambing betina yang disebut telah diperkosa SH. " Boleh lihat sendiri kambingnya, kalau memang dilanggar tentu ada bekas luka atau cedera. Kambingnya sihat-sihat saja," ungkapnya.
sumber
Minggu, 23 Februari 2014
Jabatan Amal Balik Pulau ziarah Tuan Guru Hj Salleh Musa
13.10.2012


Jumat, 21 Februari 2014
Pelajar tuntut US 1 Juta kerana ditampar guru
Dionne Evans (15) siswi kelas 9, mengajukan permohonan ganti rugi kepada Santa Monica-Malibu Unified School, dan menuntut total ganti rugi sebesar US$ 1.010.000 juta, dimana US$ 1 untuk rasa sakit dan penderitaan, serta US$ 10 ribu untuk biaya psikologisnya.
Menurut dokumen itu, guru yang melakukan pemukulan kepada Evans dengan menampar wajahnya beberapa kali pada tanggal 22 Mei lalu, didepan teman-teman kelasnya… dengan menggunakan adegan dari film “Bridesmaids” sebagai inspirasi.
TMZ melaporkan bahawa sekolah sekarang memiliki 45 hari untuk menyelesaikan masalah tersebut, atau Evans dapat mengajukan gugatan, yang menyeret sekolah tersebut ke mahkamah.
Pihak LAPD ketika ini sedang melakukan penyiasatan jenayah sedangkan pihak NAACP melakukan penyelidikannya sendiri atas kes ini.
Pandangan sekolah tersebut terhadap insiden itu, hanya melihat bahawa sang guru cuma “menepuk” Evans, dan tidak memiliki rencana untuk menjatuhkan cuti administratif kepada sang guru itu.
src="http://widgets.outbrain.com/OutbrainRater.js" type id="undefined" src="http://widgets.outbrain.com/mu/templates/stripBoxTemplate.js?v=59070" type
(TMZ)
Senin, 17 Februari 2014
Guru diarah pantau pengundi luar
| Harakahdaily, | 22 Mac 2013 |
KOTA BHARU: Bukan lagi sekadar mengerah tenaga guru-guru Kelas Fardhu Ain, al Quran dan Bahasa Arab (Kafa), sebaliknya guru-guru lain juga dipaksa berkempen bagi pihak Umno.
Sebelum ini guru-guru Kafa dikerah hadir pada setiap program anjuran Umno dan mereka juga yang tinggal di Kota Bharu dipaksa memindah tempat mengundi ke Dun Bunut Payong.
Dan baru-baru ini Pejabat Pelajaran Daerah (PPD) Kota Bharu dikatakan memanggil 40 guru mewakili beberapa sekolah bagi membantu kempen Umno.
Bagaimanapun hanya seramai 27 orang sahaja difahamkan hadir pada perjumpaan yang diadakan di pejabat PPD Kota Bharu di Jalan Telipot. Taklimat tersebut dikendalikan Umno Kota Bharu.
Satu sumber memberitahu guru-guru terbabit diminta menelefon dan merayu pengundi-pengundi luar supaya balik mengundi.
“Guru-guru terbabit juga perlu memberitahu Umno akan membayar segala tambang untuk membolehkan mereka pulang mengundi nanti,” katanya di sini.
Menurut sumber berkenaan, guru-guru yang hadir akan diberikan nama pengundi luar sekurang-kurangnya seramai 30 pengundi bagi setiap guru.
Langganan:
Postingan (Atom)